Rabu, 06 Mei 2015

Kedewasaan dalam Membangun Mahligai Cinta



Oleh: Susana Febryanty
Ketika cinta telah menghampiri dua insan, indahnya pernikahan seakan menari-nari di benak mereka. Usia belia seakan tak menjadi halangan untuk mewujudkan mahligai cinta itu. Tapi benarkah demikian adanya? Bagaimanakah idealnya sebuah pernikahan itu dibangun?
Setiap orang pastinya pernah merasakan jatuh cinta. Cinta membuat perasaan orang menjadi berbunga-bunga. Jantung berdetak sangat kencang kala bertemu dengan  sang pujaan hati. Segala hal ingin dilakukan berdua saja. Tak peduli waktu maupun situasi. Bahkan apa pun rela dilakukan bagi orang yang dipujanya.
Tak heran jika kemudian orang yang jatuh cinta sangat mendambakan pernikahan sebagai akhirnya. Pernikahan diharapkan menjadi puncak kebahagian cinta itu. Segala hambatan dan persoalan seolah tak lagi menjadi soal. Kesiapan diri tak jadi hitungan asalkan dapat segera membina mahligai cinta. Tapi, apakah itu benar adanya? Apa yang perlu dipertimbangkan seseorang sebelum mengambil keputusan penting ini?

Pro Kotra
Cinta selalu menjadi topik yang populer untuk dibahas di berbagai generasi, terutama di kalangan muda. Keindahan cinta tak hanya membahagiakan hati namun mampu memberikan gairah dan semangat bagi setiap orang untuk menghasilkan karya.  Namun tak sedikit pula orang yang kemudian menghancurkan masa depannya hanya demi sebuah cinta.
Coba tengoklah betapa banyak remaja kita yang terlibat dalam pergaulan bebas. Bahkan beberapa di antara mereka telah melakukan hubungan seks di usia yang terbilang sangat belia. Banyak pula diantara para remaja ini yang kemudian “terpaksa” masuk dalam biduk rumah tangga. Mengapa terpaksa? Karena mereka mau tak mau harus menikah dengan kondisi telah berbadan dua. 
Para orang tua tentu saja prihatin melihat pergaulan anak muda zaman sekarang. Alhasil, sering kali pernikahan dianggap solusi yang tepat untuk  mencegah pergaulan bebas di kalangan muda. Dari pada mencoreng nama baik keluarga karena hamil  di luar nikah, akan lebih baik jika anak yang beranjak dewasa itu dinikahkan. Demikian pemikiran para orang tua tersebut. Lalu, apakah dengan menikah di usia muda lantas semua persoalan selesai? 
Pernikahan kerap kali dianggap sebagai akhir dari perjalanan cinta. Padahal jika dicermati lebih lanjut perkawinan justru awal dari perjuangan cinta. Pernikahan merupakan awal dari berbagai ujian dan pembuktian cinta yang sebenarnya. Apa yang dirasakan pada masa pacaran akan berbeda dengan apa yang terjadi di perkawinan. Ketika sepasang insan mengucap janji, saat itu juga semua topeng akan terbuka. Tak ada lagi kepura-puraan di antara pasangan tersebut. Masalah demi masalah yang muncul akan menguji kualitas masing-masing individu itu dalam pernikahan.
Persoalan rumah tangga akan semakin kompleks setelah kehadiran seorang anak di dalamnya. Permasalahan yang hadir tersebut tentunya akan menadi kerumitan-kerumitan yang menguras energi pasangan yang belum cukup umur itu. Ketidaksiapan seseorang  untuk menganndung akan mempengaruhi keturunan yang dihasilkannya nantinya. Seseorang perempuan yang siap secara mental akan lebih mampu mengasuh mendidik anaknya dengan cara-cara yang lebih bijaksana. Sementara ibu yang tak siap secara mental hanya dapat mengasuh dan mendidik sang buah hati dengan ala kadarnya. 
Meski pada dasarnya setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun apa daya jika para pemuda yang “tak siap” menjadi orang tua itu hanya memiliki pendidikan yang rendah. Akibatnya lapangan pekerjaan yang tersedia bagi mereka sangat terbatas. Penghasilan yang dapat dihasilkan pun  tak seberapa. Permasalahan ekonomi tersebut tentunya akan berimbas pada kelangsungan rumah tangga itu. 
Pernikahan membutuhkan kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi persoalan dan benturan-benturan yang akan mucul. Persoalan rumah tangga akan semakin memburuk ketika  suami dan istri menghadapinya dengan emosi yang meluap-luap. Banyak pelaku pernikahan dini yang kemudian menyerah dan memutuskan untuk bercerai karena tak siap mental menghadapi segala persoalan yang datang menghadang.
Tak hanya itu,  ditemukan bahwa kehamilan di usia muda (kurang dari 20 tahun) memiliki kondisi kesehatan yang lebih rentan. Sehingga resiko kematian pada wanita hamil yang berusia muda lebih besar jika dibandingkan dengan perempuan yang lebih dewasa atau berusia di atas 20 tahu. Selain itu perempuan yang menikah di bawah 20 tahun lebih berisiko terkena kanker leher rahir. Hal ini di sebabkan karena kondisi rahim  pada remaja belum matang sehingga memungkinkan terjadinya penyimpangan  pertumbuhan sel apabila digunakan di usia tersebut.  

Sebuah Perenungan
Setiap orang tentu menginginkan penikahan yang langgeng hingga kakek nenek. Segala cara  diupayakan agar pernikahan terjadi sekali untuk seumur hidup dan hanya terpisahkan oleh maut. Untuk mewujudkan pernikahan yang semacam itu tentunya membutuhkan kesiapan dan persiapan yang amat sangat matang.
Perlu dipahami bahwa segala proses  dalam hidup kita dimulai dari diri sendiri. Sebelum mengambil keputusan untuk berbagi hidup kita dengan orang lain, sudahkah kita mengenali diri kita sendiri? Dengan mengenal diri kita sendiri, itu artinya kita memahami apa saja yang menjadi kebutuhan kita. Termasuk juga kriteria  pasangan yang kita harapkan nantinya. 
Setiap orang wajib pula mengenal dengan baik calon pasangannya. Gunakan dengan baik waktu perkenalan dan pertemanan untuk menggali karakter  dan keadaan seseorang. Karena suami/istri adalah partner dalam hidup kita. Suami/istri seharusnya menjadi sahabat terbaik  untuk berbagi suka dan duka di sisa umur kita. Tentunya kita tak mau salah memilih orang bukan? 
Yang perlu diingat bahwa pernikahan adalah keputusan penting dalam kehidupan seseorang. Berhasil atau gagalnya sebuah pernikahan bergantung dari keputusan yang kita ambil. Oleh sebab itu, ambillah keputusan menikah karena Anda memang telah “siap” baik secara fisik, mental, maupun ekonomi. 
Jangan pernah mengambil keputusan menikah karena desakan orang lain, apalagi  hanya sekedar ikut-ikutan tren menikah muda.  Karena bahtera rumah tangga bukanlah ajang adu cepat siapa yang terdahulu menikah. Pernikahan seharusnya menjadi lahan ibadah bagi seseorang untuk mengumpulkan pahala dan kebaikan untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Jadi, bijaksanalah dalam membuat keputusan…! 

Jumat, 20 Maret 2015

Memilih Produk Pemutih yang Aman



Memilih Produk Pemutih yang Aman

Oleh: Susana Febryanty

            Hampir kebanyakan perempuan Asia mendamba kulit yang putih. Itu sebabnya di pasaran banyak sekali produk-produk pemutih yang laku di pasaran. Sayangnya tak semua produk tersebut aman untuk digunakan. Bagaimana cara memilih produk yang aman bagi kesehatan kulit dan tubuh kita?
            Tidak sedikit masyarakat kita yang berpendapat bahwa perempuan yang cantik pastinya memiliki kulit yang putih. Padahal setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda-beda. Tak semua orang beruntung dianugerahi kulit yang putih. Ada yang kulitnya berwana coklat, bahkan ada pula yang warna kulitnya  kehitaman. Apakah mereka tidak dapat dikategorikan cantik?
            Yang perlu kita sadari bahwa semua warna kulit indah dan cantik. Agar keindahan kulit itu tetap terjaga tentunya kita perlu melakukan serangkaian perawatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan treatment atau perawatan pencerahan kulit. Karena seharusnya penggunaan produk-produk pemutih ditujukan untuk membuat warna kulit menjadi leebih cerang dan terang. Jadi produk pemutih yang aman seharusnya tak merubah warna kulit dengan sangat ekstrim.
Pilih Aman
            Sebelum kita melakukan treatment pencerahan rasanya kita perlu berhati-hati dalam memilih produk pemutih. Karena tidak semua produk-produk pemutih yang beredar di pasaran aman bagi kesehatan. Kita perlu waspada dengan produk pemutih yang mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti hidroquinon dan merkuri. Jika kita menggunakan produk-produk semacam ini dalam jangka waktu yang lama, dikhawatirkan suatu saat kesehatan kita akan mengalami masalah.
            Berikut ini kami http://www.mitrakosmetik.com/produk/cara-memutihkan-kulit-wajah-dan-tubuh-secara-alami bagikan beberapa tips dalam pemilihan produk pemutih:

1.      Memiliki Ijin Kesehatan Terstandar
Negara kita telah menunjuk BP-POM sebagai lembaga yang mengawasi peredaran produk kecantikan termasuk juga produk pemutih. Sebelum memberikan ijin pada sebuah produk kecentikan biasanya oleh BP-POM akan diuji keamanan dari produk tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan produk yang telah mengantongi ijin dari BP-POM pastinya aman untuk digunakan.

2.      Komposisi Bahan
Seharusnya kita sebagai pengguna kosmetik bisa lebih cerdas dalam memilih sebuah produk. Ada baiknya jika kita memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan yang terkandung di dalam produk pemutih yang akan kita beli. Dengan demikian kita bisa menghindari penggunaan produk pemutih yang mengandung bahan kimia berbahaya. Sebaiknya kita menghindari produk kecantikan yang tidak mencantumkan komposisi bahan yang digunakan.

3.      Sesuaikan dengan Kondisi Kulit
Produk yang cocok pastinya akan memberikan keamanan pada diri kita. Artinya sebuah produk pemutih dapat dikatakan aman jika produk tersebut tak menimbulkan suatu masalah pada kulit kita. Misalnya: sebuah produk pemutih tidak membuat kulit semakin kering atau malah berjerawat. Oleh karena itu, jangan pernah memilih produk pemutih hanya karena gengsi atau karena ikut tren semata. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda beda. www.mitrakosmetik.com/blog

Sabtu, 14 Maret 2015

Langkah Mudah Mengusir Bekas Jerawat



Langkah Mudah Mengusir Bekas Jerawat 

Oleh: Susana  Febryanty

Setiap orang ingin wajahnya terlihat cantik atau tampan. Saat jerawat menghampiri, kita akan melakukan berbagai cara untuk menghilangkannya. Ada beberapa jenis jerawat yang malah meninggalkan bekas yang memalukan. Apa penyebabnya? Bagaimana  pula cara mengatasinya?
Munculnya jerawat memang sangat menyebalkan. Kulit yang tadinya mulus berubah menjadi kasar karena kehadiran jerawat. Akan lebih menyebalkan lagi jika jerawat-jerawat nakal itu meninggalkan bekas-bekas yang memperburuk penampilan. Tenang saja, kami http://www.mitrakosmetik.com/produk/cara-menghilangkan-bekas-jerawat membagi solusinya khusus bagi Anda. 

Berbagai Sebab
Setiap jerawat memiliki kemungkinan meninggalkan bekas seperti flek, maupun lubang di  permukaan kulit (scar). Bekas-bekas jerawat tersebut merupakan proses inflamasi (peradangan) yang menimpa kulit wajah tersebut. Sering kali perilaku kita turut andil dalam munculnya bekas jerawat tersebut. 
Kebiasaan memegang wajah yang berjerawat misalnya. Apalagi jika kita tak mencuci tangan sebelumnya. Secara tidak langsung kita memindahkan kuman-kuman yang ada di tangan ke area kulit yang berjerawat itu. Alhasil, kondisi jerawat akan semakin parah. Yang kemudian menimbulkan bekas-bekas pada wajah kita.
Kondisi wajah yang berjerawat semakin diperparah oleh kebiasaan buruk kita membiarkan wajah terkena sinar matahari langsung. Padahal sinar matahari mampu membakar kulit. Kulit wajah yang tak mendapat perlindungan akan mengalami masalah seperti flek-flek. Bagi seseorang yang berjerawat, kondisi kulit akan semakin parah  jika sinar matahari langsung mengenai wajahnya yang tak terlindungi oleh tabir surya. 

Tepat Guna
Memiliki bekas jerawat memang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, bila kita tak ingin kulit cantik kita ternoda oleh bekas jerawat sebaiknya kita mencegah munculnya jerawat itu. Beberapa upaya dapat kita lakukan untuk mencegah kemunculan jerawat antara lain:
1. Menjaga kebersihan
Sering kali kemunculan jerawat berkaitan dengan kebersihan kulit kita. Dengan melakukan pembersihan kulit wajah secara rutin, kita mengusir kuman-kuman yang  dapat memicu tumbuhnya jerawat. Alangkah baiknya jika selalu membersihakan kulit wajah setelah kita selesai beraktivitas.
2. Menggunakan produk kecantikan yang tepat
Beberapa orang mengunakan kosmetika secara asal-asalan. Padahal kondisi kulit setiap orang berbeda-beda. Akibatnya muncul masalah-masalah pada kulit wajahnya. Bagi orang yang kulitnya sedang berjerawat, hal tersebut akan memperparah kodisinya. Itu sebabnya, setiap orang harus menggunakan produk kecantikan yang sesuai dengan jenis kulitnya. 
3. Pola hidup sehat
Ada kalanya munculnya jerawat sebagai akibat dari pola hidup kita yang salah. Oleh karena itu, jika kita ingin kulit bebas dari jerawat maka pola hidup yang sehat wajib untuk diterapkan seperti:
· Konsumsi makanan sehat
Mengkonsumsi makanan yang tinggi antioksidan seperti sayuran dan buah-buahan akan membantu kondisi kulit menjadi lebih baik.
· Mencukupi kebutuhan air putih
Dengan mencukupi kebutuhan air putih minimal 8 gelas sehari kita kesehatan tubuh kita 
terjaga. Selain itu, air putih tersebut akan menjaga kelembaban kulit kita sehingga kulit ajan terlihat lebih segar.
· Pola tidur
Saat kita tidur di malam hari, kulit juga melakukan proses regenerasi yaitu dengan menghasilkan sel-sel kulit yang baru. Agar kulit menjadi sehat, waktu tidur 7-8 jam sehari perlu dicukupi.
· Manajemen Stres
Stres mampu memperburuk kondisi kulit. Bahkan, ditengarai stres merupakan salah satu penyebab munculnya jerawat. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan manajemen stres agar kondisi kesehatan tubuh maupun kulit kita dapat terjaga dengan baik.

Rabu, 11 Februari 2015

Surat untuk Stiletto Book






Perkenalkan saya Susana Ferbyanty. Saya adalah satu penggemar buku-buku terbitan Stiletto Book, meski sebenarnya saya belum terlalu lama membaca buku-buku yang telah diterbitkan oleh Stiletto Book. Namun di mata saya Stiletto Book telah mencuri hati saya sebagai seorang yang hobby membaca buku.
            Suatu siang di akhir minggu saya menyempatkan waktu khusus untuk melakukan hunting buku. Di antara ribuan buku yang terdapat di rak besar di sebuah toko buku di kawasan Sagan, Yogyakarta sebuah buku menarik perhatian saya. Judul di buku itu entah mengapa membawa mata saya untuk melihatnya. Girl Talk, judul buku itu. Buku apakah ini? tanya saya dalam hati. Saat itu hanya tersisa 3 buku di rak tersebut. Tangan saya pun segera mengambilnya. Pelan-pelan saya baca sinopsis yang terdapat di sapul belakang buku itu. Rupanya buku ini berisi 30 kisah cinta mengenai 60 perempuan. Hmm, sepertinya menarik, pikir saya kemudian. Tak berapa lama, saya bergegas menuju kasir dan membayar buku tersebut.
            Karena penulisannya yang menarik buku Girl Talk itu membuat rasa penasaran terus menggelayut di pikiran saya. Saya ingin terus-terusan membaca buku itu hingga selesai. Tapi apa daya segala aktivitas terkadang menghalangi keinginan untuk membaca buku tersebut. Meski begitu saya berusaha untuk menyempatkan waktu saya minimal sekali sehari untuk membaca kisah-kisah yang ada di buku Girl Talk ini. Alhasil dalam jangka waktu kurang dari seminggu saya bisa tuntas membaca buku tersebut. Rasanya puas sekali bisa membaca buku Girl Talk ini hingga tuntas. Karena saya bisa belajar banyak dari kisah-kisah yang diceritakan dalam buku itu. Saya menemukan banyak hikmah dari kisah-kisah yang ada, misalnya saja bagaimana keberanian seorang perempuan mengambil keputusan yang penting dalam hidupnya, apa yang harus dilakukan perempuan untuk move on dan masih banyak lagi. Kisah-kisah tersebut menyentuh hati karena tak berkesan menggurui dan ditulis berdasarkan kaca mata seorang permpuan.
            Setelah selesai membaca kisah-kisah di buku Girl Talk, saya membuka lembaran sisipan mengenai buku-buku yang diterbitkan oleh Stiletto Book. Saya menemukan sebuah judul buku yang menarik yaitu  A Cup Of Tea, Menggapai Mimpi. Judul buku itu kembali menggugah hati saya untuk membacanya. Akhirnya setelah beberapa lama kemudian saat saya mengunjungi sebuah toko buku yang berada di kawasan Jl. Affandi Yogyakarta saya pun membeli buku tersebut. Setelah membeli buku A Cup Of Tea, Menggapai Mimpi itu, saya menyimak satu persatu kisah yang ada di dalamnya. Kisah-kisah tersebut sangat sesuai bagi orang-orang yang sedang berjuang untuk mewujudkan mimpi mereka. A Cup Of Tea, Menggapai Mimpi dengan kisah-kisahnya mampu membangitkan semangat saya yang pada waktu itu sedang layu. Apalagi di akhir setiap kisah terdapat renungan singkat yang semakin mencerahkan. Maka tak heran jika buku tersebut saya beri coretan spidol sebagai tanda inspirasi bagi di saya.
            Pengalaman membaca dua buku tersebut membuat saya penasaran dengan penerbitnya. Saya mencoba mencari tahu mengenai penerbit dan redaksinya. Penerbitan ini digawangi oleh kaum perempuan. Rasanya wajar bila buku-buku yang diterbitkan oleh Stiletto Book ini kemudian sangat perempuan, khusus  bagi perempuan dengan sentuhan kelembutan  seorang perempuan. Saya berharap penerbitan ini bisa terus berjaya dan mempertahankan kekhususannya tersebut. Dengan begitu setiap perempuan merasa terwakilkan lewat buku-buku terbitan Stiletto Book. Semoga suatu saat saya bisa menghasilkan sebuah kisah terbaik lewat Stiletto Book.  Maju terus Stiletto Book demi kemajuan perempuan Indonesia.,,,!

Nama: Susana Febryanty Emelda Sondang Bertuah
Email: susanafebryanty@gmail.com